Tanggal 12 Oktober 1999 Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan pemekaran wilayah. Kabupaten Indragiri Hulu dibagi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi. Maka pada tanggal 12 Oktober 1999 ini Kabupaten Kuantan Singingi sah menjadi kabupaten yang berdaulat. Kuantan Singingi berhak melaksanakan otonomi daerah, dimana seluruh kebijakan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi ditetapkan sendiri tanpa dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada Kabupaten Indragiri Hulu. Hari itu juga dijadikan hari ulang tahun Kabupaten Kuantan Singingi. Kuantan Singingi juga menetapkan mottonya "BASATU NAGORI MAJU".
10 tahun Kuantan Singingi berdiri,banyak perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan kuantitatif ataupun perubahan kualitatif. Perubahan kuantitatif adalah perubahan yang dapat dilihat secara nyata ataupun konkret, sedangkan perubahan kualitatif adalah peruibahan pada mutu setiap masyarakat, misalnya perubahan dalam hal SDM masyarakat, perekonomian masyarakat,dll.
Salah satu perubahan kuantitatif yang dapat kita lihat dan kita rasakan pada saat ini adalah pembangunan yang merata di daerah-daerah yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi.Dan pada saat ini sedang diadakannya pembangunan dua bangunan mega yaitu bangunan SMA PIntar dan sport center yang ada di Kota Teluk Kuantan.
Pada perubahan kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah Kuansing adalah dibangunnya SMA Pintar untuk menciptakan manusia-manusia yang cerdas dalam berbagai bidang sehingga dapat memajukan Kabupaten Kuantan Singingi.
Sedangkan pada peringatan HUT ke-10 Kuansing pada tanggal 12 Oktober 2009 kemaren, pemerintah Kuansing mengadakan berbagai lomba yang diikuti oleh masyarakat Kuantan Singingi. Dan pada hari senin tanggal 12 Oktober 2009 tersebut dilaksanakan upacara dengan memakai baju melayu atau busana muslim.
Semoga dengan bertambahnya umur, Kabupaten Kuantan Singingi semakin maju pula dalam berbagai bidang kehidupan. Sehingga apa yang dicita-citakan Kabupaten Kuantan Singingi dalam mottonya dapat tercapai.amin........................
skip to main |
skip to sidebar

Pada tanggal 30 September 2009, Rabu, pukul 17.16.09 WIB provinsi Sumatera Barat kembali diguncang oleh gempa dengan kekuatan 7,6 skala ritcher. Gempa terletak pada garis 0,84 LS dan 99,65 BT sedangkan pusat gempa terletak 57 km Barat Daya, Pariaman, Sumatera Barat.
Gempa ini memakan ratusan korban jiwa dan menelan rumah warga serta harta benda masyarakat.Gempa ini juga dapat dirasakan diwilayah yang terletak di dekat pusat gempa seperti Singapura, Malaysia, Mentawai, Riau, Jambi dan wilayah terdekat lainnya.
Gempa ini diperkirakan merupakan gempa tektonik. Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan karena pergeseran lapisan bumi.
Pada saat ini, Indonesia rawan akan terjadinya bencana alam. Hal ini dapat kita lihat bahwa beberapa hari setelah terjadi gempa bumi di Sumatera Barat, gempa bumi kembali terjadi di provinsi Jambi.
Untuk itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan selalu waspada terhadap bencana alam yang selalu mengintai kehidupan kita.
Selain itu, kita juga harus menyumbangkan bantuan-bantuan berupa bantuan moril maupun materilkepada korban gempa tersebut. Bantuan moril dapat kita sumbangkan dalam bentuk do’a dengan cara melakukan shalat gaib atau yang lainnya. Sedangkan bantuan secara materi dapat kita berikan dengan cara memberikan bantuan bahan makanan serta sandang sesuai yang kita mampu, sehingga menjadi amal bagi kita dan berguna di dunia dan di akhirat kelak.
Saya berharap, korban bencana alam yang masih diberikan nafas oleh Allah SWT tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dan semoga mereka tidak berputus asa dan selalu bekerja keras untuk memulihkan kembali kehidupan mereka. Karena jalan hidup mereka ke depan masih panjang terutama bagi generasi muda penerus bangsa.
Rabu, 14 Oktober 2009
Senin, 05 Oktober 2009
GEMPA BUMI SUMBAR 2009

Pada tanggal 30 September 2009, Rabu, pukul 17.16.09 WIB provinsi Sumatera Barat kembali diguncang oleh gempa dengan kekuatan 7,6 skala ritcher. Gempa terletak pada garis 0,84 LS dan 99,65 BT sedangkan pusat gempa terletak 57 km Barat Daya, Pariaman, Sumatera Barat.
Gempa ini memakan ratusan korban jiwa dan menelan rumah warga serta harta benda masyarakat.Gempa ini juga dapat dirasakan diwilayah yang terletak di dekat pusat gempa seperti Singapura, Malaysia, Mentawai, Riau, Jambi dan wilayah terdekat lainnya.
Gempa ini diperkirakan merupakan gempa tektonik. Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan karena pergeseran lapisan bumi.
Pada saat ini, Indonesia rawan akan terjadinya bencana alam. Hal ini dapat kita lihat bahwa beberapa hari setelah terjadi gempa bumi di Sumatera Barat, gempa bumi kembali terjadi di provinsi Jambi.
Untuk itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan selalu waspada terhadap bencana alam yang selalu mengintai kehidupan kita.
Selain itu, kita juga harus menyumbangkan bantuan-bantuan berupa bantuan moril maupun materilkepada korban gempa tersebut. Bantuan moril dapat kita sumbangkan dalam bentuk do’a dengan cara melakukan shalat gaib atau yang lainnya. Sedangkan bantuan secara materi dapat kita berikan dengan cara memberikan bantuan bahan makanan serta sandang sesuai yang kita mampu, sehingga menjadi amal bagi kita dan berguna di dunia dan di akhirat kelak.
Saya berharap, korban bencana alam yang masih diberikan nafas oleh Allah SWT tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dan semoga mereka tidak berputus asa dan selalu bekerja keras untuk memulihkan kembali kehidupan mereka. Karena jalan hidup mereka ke depan masih panjang terutama bagi generasi muda penerus bangsa.

