Selasa, 10 November 2009

HARI PAHLAWAN


Tanggal 10 November setiap tahunnya diperingati oleh semua rakyat Indonesia sebagai hari pahlawan. Kita semua pasti tahu, siapa pahlawan itu???????
Dari SD kita sudah dikenalkan pada sosok pahlawan kita dalam pelajaran kewarganegaraan. Dan guru-guru kita pasti selalu mengingatkan kita supaya selalu mengenang jasa para pahlawan dan menjadikan tauladan bagi kehidupan kita.
Di sekolah setiap seninnya kita selalu melaksanakan upacara bendera, dan pada saat upacara bendera tersebut kita menyanyikan lagu “MENGHENINGKAN CIPTA” sebagai wujud penghargaan kita terhadap para pahlawan. Para pahlawan yang telah mempertaruhkan nyawanya demi memperjuangkan kemerdekaan negara ini.
Pada saat ini kita sebagai generasi mudah harus mempertahankan kemerdekaan kita dan mengisi kemerdekaan ini dengan seluruh aktivitas yang bermanfaat. Jangan biarkan bangsa kita terjajah oleh bangsa lain. Oleh karena itu, mari kita tingkatkan sumber daya manusia kita supaya tidak terbodohi oleh bangsa lain.
Menjadi pahlawan bukan hanya dengan berperang melawan penjajah, bertumpahan darah, atau rela mati demi negara seperti para pejuang kita dahulunya. Kita sebagai generasi muda dapat menjadikan jiwa kita sebagai jiwa pahlawanyang akan mempertahankan kemerdekaan kita dengan kecerdasan yang kita miliki. Orang yang memiliki jiwa pahlawan pasti akan selalu optimis untuk bekerja keras, berusaha, dan bertanggung jawab dalam semua perbuatannya.
Sekali lagi kita sebagai generasi muda mari kita miliki jiwa pahlawan dan semangat juang pahlawan yang tak kan pernah pudar untuk mengisi kemerdekaan ini.

Sabtu, 07 November 2009

FULL OF LOVE NE.......

Rabu, 28 Oktober 2009

SUMPAH PEMUDA



Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa satu, bangsa Indonesia
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah satu, tanah air Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia

Lahir sebagai Putusan Kongres Pemuda ke-2 pada 28 Oktober 1928, dapat dikatakan Sumpah Pemuda tidak mempunyai naskah otentik. Yang ada adalah naskah otentik Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda Indonesia. Putusan kongres itulah yang mengalami rekonstruksi simbolik menjadi Sumpah Pemuda.

Kita sebagai pemuda pada massa ini kita harus terus menggalakkan semangat sumpah pemuda, seperti contoh dengan terus membudayakan bahasa indonesia sebagai bahasa nasional, dan selalu mempertahankan budaya Indonesia. Pada saat ini, budaya Indonesia banyak yang diambil oleh negara tetangga kita Malaysia. Itu adalah salah satu contoh bahwa bangsa Indonesia masih kurang memperhatikan budayanya sendiri. Oleh karena itu, dengan semangat sumpah pemuda kita tingkatkan kesatuan bangsa dan kita pertahankan budaya asli yang kita miliki. Jangan menjadi negara yang mau mengalah pada negara lain. Maju para pemuda dan pemudi Indonesia, negara berada di tangan kita.....................................bangkitkan kembali semangat sumpah pemuda............

Senin, 19 Oktober 2009

KUANSING DAPATKAN PENGHARGAAN DARI MENTERI KEHUTANAN



Kabupaten kuantan singingi merupakan kabupaten yang kaya akan sumber daya alam (SDA)....
Oleh karena itu Kabupaten Kuantan Singingi terlihat hijau dan asri, sehingga kuansing mempunyai udara yang bersih dan nyaman dan terhindar dari polusi udara.
Selain itu di hutan yang ada di Kuantan Singingi ini juga tersimpan wisata alam seperti, tangkuban yang ada di Lubuk Ambacang, Air Terjun Guruh Gemurai di Desa Kasang, dan masih banyak lagi wisata lainnya.........

SELAMAT KEPADA KUANTAN SINGINGI

MENDAPATKAN PENGHARGAAN ATAS LOMBA

PENGHIJAUAN DAN KONSERVASI ALAM TINGKAT NASIONAL

TAHUN 2009

DARI MENTERI KEHUTANAN RI MS. KABAN

Rabu, 14 Oktober 2009

HUT KUANSING KE-10

Tanggal 12 Oktober 1999 Kabupaten Indragiri Hulu melaksanakan pemekaran wilayah. Kabupaten Indragiri Hulu dibagi menjadi dua kabupaten yaitu Kabupaten Indragiri Hulu dan Kabupaten Kuantan Singingi. Maka pada tanggal 12 Oktober 1999 ini Kabupaten Kuantan Singingi sah menjadi kabupaten yang berdaulat. Kuantan Singingi berhak melaksanakan otonomi daerah, dimana seluruh kebijakan pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi ditetapkan sendiri tanpa dikonfirmasikan terlebih dahulu kepada Kabupaten Indragiri Hulu. Hari itu juga dijadikan hari ulang tahun Kabupaten Kuantan Singingi. Kuantan Singingi juga menetapkan mottonya "BASATU NAGORI MAJU".
10 tahun Kuantan Singingi berdiri,banyak perubahan-perubahan yang terjadi, baik perubahan kuantitatif ataupun perubahan kualitatif. Perubahan kuantitatif adalah perubahan yang dapat dilihat secara nyata ataupun konkret, sedangkan perubahan kualitatif adalah peruibahan pada mutu setiap masyarakat, misalnya perubahan dalam hal SDM masyarakat, perekonomian masyarakat,dll.
Salah satu perubahan kuantitatif yang dapat kita lihat dan kita rasakan pada saat ini adalah pembangunan yang merata di daerah-daerah yang ada di Kabupaten Kuantan Singingi.Dan pada saat ini sedang diadakannya pembangunan dua bangunan mega yaitu bangunan SMA PIntar dan sport center yang ada di Kota Teluk Kuantan.
Pada perubahan kuantitatif yang sedang dilaksanakan oleh pemerintah Kuansing adalah dibangunnya SMA Pintar untuk menciptakan manusia-manusia yang cerdas dalam berbagai bidang sehingga dapat memajukan Kabupaten Kuantan Singingi.
Sedangkan pada peringatan HUT ke-10 Kuansing pada tanggal 12 Oktober 2009 kemaren, pemerintah Kuansing mengadakan berbagai lomba yang diikuti oleh masyarakat Kuantan Singingi. Dan pada hari senin tanggal 12 Oktober 2009 tersebut dilaksanakan upacara dengan memakai baju melayu atau busana muslim.
Semoga dengan bertambahnya umur, Kabupaten Kuantan Singingi semakin maju pula dalam berbagai bidang kehidupan. Sehingga apa yang dicita-citakan Kabupaten Kuantan Singingi dalam mottonya dapat tercapai.amin........................

Senin, 05 Oktober 2009

GEMPA BUMI SUMBAR 2009





Pada tanggal 30 September 2009, Rabu, pukul 17.16.09 WIB provinsi Sumatera Barat kembali diguncang oleh gempa dengan kekuatan 7,6 skala ritcher. Gempa terletak pada garis 0,84 LS dan 99,65 BT sedangkan pusat gempa terletak 57 km Barat Daya, Pariaman, Sumatera Barat.
Gempa ini memakan ratusan korban jiwa dan menelan rumah warga serta harta benda masyarakat.Gempa ini juga dapat dirasakan diwilayah yang terletak di dekat pusat gempa seperti Singapura, Malaysia, Mentawai, Riau, Jambi dan wilayah terdekat lainnya.
Gempa ini diperkirakan merupakan gempa tektonik. Gempa tektonik adalah gempa yang diakibatkan karena pergeseran lapisan bumi.
Pada saat ini, Indonesia rawan akan terjadinya bencana alam. Hal ini dapat kita lihat bahwa beberapa hari setelah terjadi gempa bumi di Sumatera Barat, gempa bumi kembali terjadi di provinsi Jambi.
Untuk itu kita sebagai masyarakat Indonesia harus berhati-hati dan selalu waspada terhadap bencana alam yang selalu mengintai kehidupan kita.
Selain itu, kita juga harus menyumbangkan bantuan-bantuan berupa bantuan moril maupun materilkepada korban gempa tersebut. Bantuan moril dapat kita sumbangkan dalam bentuk do’a dengan cara melakukan shalat gaib atau yang lainnya. Sedangkan bantuan secara materi dapat kita berikan dengan cara memberikan bantuan bahan makanan serta sandang sesuai yang kita mampu, sehingga menjadi amal bagi kita dan berguna di dunia dan di akhirat kelak.
Saya berharap, korban bencana alam yang masih diberikan nafas oleh Allah SWT tabah dalam menghadapi cobaan yang diberikan oleh Sang Pencipta. Dan semoga mereka tidak berputus asa dan selalu bekerja keras untuk memulihkan kembali kehidupan mereka. Karena jalan hidup mereka ke depan masih panjang terutama bagi generasi muda penerus bangsa.

Kamis, 10 September 2009

KUNJUNGAN BUPATI KUANTAN SINGINGI KE SMA PINTAR DALAM ACARA BUKA BERSAMA

Pada tanggal 10 September 2009 atau bertepatan dengan tanggal 20 Ramadhan 1430 H kemaren,Bupati Kuantan Singingi Bpk. H. Sukarmis berkunjung ke SMA Pintar Kab. Kuantan Singingi dalam rangka melaksanakan buka bersama.Hal ini disambut meriah oleh seluruh civitas akademika SMA Pintar Kab. Kuantan Singingi,yang ditunjukkan dengan cara berbaris rapi di depan sekolah untuk menunggu kehadiran Bupati Kuantan Singingi.Kunjungan ini merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi SMA Pintar,karena kunjungan ini merupakan kunjungan pertama Bupati dalam melaksanakan buka bersama ke SMA Pintar,walaupun sebelumnya sudah pernah dikunjungi.
Pada kesempatan itu juga,Bupati melaksanakan shalat Maghrib,Isya,Tarawih,dan Witir berjama'ah di lapangan volly ball SMA Pintar.Shalat berjama'ah ini dilaksanakan di lapangan karena mushallah yang ada di SMA Pintar belum bisa menampung jumlah jama'ah yang ada.Walaupun demikian,shalat berjama'ah tetap dilaksanakan dengan khusu' dengan sarana yang apa adanya.
Setelah melaksanakan shalat tarawih dan witir berjama'ah ini Bupati memberikan sambutan.Dalam sambutannya Bupati menyampaikan bahwa beliau merasa bangga kepada SMA Pintar yang telah memberikan prestasi-prestasi yang cukup membanggakan.Dan beliau berharap prestasi-prestasi tersebut lebih ditingkatkan lagi di masa yang akan datang.
Tetapi saya sebagai siswa SMA Pintar sangat berbangga karena bisa bersekolah di sekolah ini,walaupun dengan sarana dan prasarana yang apa adanya,tetapi masih bisa menunjukkan prestasi-prestasinya kepada masyarakat Kuantan Singingi dan masih bisa menimbulkan ide-ide kreatifnya dalam berbagai bidang,baik dalam bidang akademi maupun nonakademi.
Tujuan didirikannya SMA Pintar ini adalah menghasilkan generasi-generasi unggulan yang ahli di berbagai bidang untuk memajukan Kuantan Singingi.Generasi-generasi ini diharapkan bisa menjadi pemimpin di masa yang akan datang.
Selain itu perlu kita ketahui bahwa sekarang pembangunan gedung SMA Pintar sedang dilaksanakan.Gedung ini dirancang menjadi bangunan yang megah dengan kelengkapan fasilitas yang mendukung pembelajaran,sehingga dapat mencapai tujuan yang diinginkan.Gedung ini rencananya akan siap di huni pada bulan April 2010.Dan kami berharap pembangunan ini memang terlaksana sesuai waktu yang ditentukan,sehingga kami dapat melaksanakan kegiatan belajar dapat dilaksanakan dengan seoptimal mungkin.
Dan terakhir sekali saya mengungkapkan kebanggaan saya terhadap Bupati Kuantan Singingi yang telah mendirikan SMA Pintar ini.Selain itu,saya menyukai keramahan Bupati Kuantan Singingi pada saat berkunjung ke SMA Pintar,Bupati mau berinteraksi dengan kami semua dan mau berfoto bersama dengan kami.Saya bangga mempunyai Bupati yang mempunyai sifat sosial dan keramahan yang tinggi kepada masyarakatnya.

Jumat, 28 Agustus 2009

MUSIK MODERN

MUSIK MODERN

Wilayah nusantara terdiri dari berbagai daerah/suku budaya, sehingga kaya akan keragaman seni musik. Musik nusantara sering diidentikkan dengan musik tradisional, sedangkan musik modern berasal dari Barat. Apakah nusantara tidak memiliki musik modern? Seiring dengan perkembangan jaman yang telah mengglobal, seni musik nusantara pun berinteraksi dan dapat pengaruh dari unsur-unsur musik Barat dan lahirlah musik-musik modern nusantara.
Pada umumnya, kaum muda saat ini lebih mengenal musik modern daripada musik tradisional/daerah. Hal ini dapat kita lihat pada setiap konser musik modern selalu dipadati oleh kaum muda dan juga kalau kita perhatikan media musik di HP/komputer kaum muda maka hampir 99,99% adalah album musik modern.
Musik modern nusantara dapat dekelompokkan ke dalam beberapa jenis, antara lain:
1. Dangdut, ciri-cirinya: melodi dan harmoni sederhana, tangga nada cendrung minor, ekspresi berdasarkan keserasian lirik, beat konstan, lebih menekankan keindahan gerak.
2. Pop, ciri-cirinya: melodi mudah diterapkan dengan berbagai karakter lirik, fleksibel dan mudah dipadukan dengan dengan jenis lain, lagu mudah disenandungkan dan mudah dipahami, harmoni tidak rumit, tempo bervariasi.
3. Balada, ciri-cirinya: mirip dengan pop, tempo lambat dan sedang, pola melodi bervariasi, lirik ekspresif, mengisahkan suka duka kehidupan.
4. Rock, ciri-cirinya: area nada luas, kekuatan terletak pada dinamika aransemen, lagu sulit disenandungkan, lirik lagu ekspresif, beat cendrung keras, tempo lambat/cepat, harmoni sangat rumit.
Berikut ini beberapa contoh musik modern:
1. sebelum-cahaya-letto
2. Hitamku-Andra TB
3. Kau Curi-J Rocks

Jumat, 14 Agustus 2009

PESTA BUDAYA KUANTAN SINGINGI

logo2


Logo Pacu Jalur disini diwakili oleh Anak Jalur yang mengenakan ikat kepala berwarna merah putih yang melambangkan bendera Indonesia. Hal ini menyimbolkan bahwa acara Pacu Jalur ini juga merupakan acara untuk memeriahkan Peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan dilatarbelakkangi oleh simbol pecahan ombak air ( dengan warna khas Kuantan Singingi ) yang semburatnya hingga diatas kepala Anak Pacu. Hal ini menyimbolkan kemeriahan Pesta Rakyat yang ditimbulkan oleh semangat dari Pacu Jalur itu sendiri, serta gelombang air dengan 10 Riaknya menggambarkan telah sepuluh tahun Kabupaten Kuantan Singingi berdiri.

Warna yang digunakan adalah warna khas Kuantan Singingi

Merah : Keberanian Kegagahan

Kuning : Semangat yang tinggi

Hjau : Kemakmuran, Aman, Tentram

Hitam : Kerja Keras, gigih

10 Gelombang Biru : 10 ( sepuluh) tahun berdirinya Kab. Kuantan Singingi

Menurut saya pacu jalur pada tahun ini cukup meriah,karena walaupun pesta budaya ini sudah dilaksanakan selama satu abad lebih tetapi semangat masyarakat tidak pernah bosan dalam menyaksikan pesta budaya ini.Dapat kita lihat keantusiasan masyarakat yang menyaksikan pesta budaya ini seperti contoh,adanya daerah yang tidak mempunyai jalur tetapi tetap antusias dalam menyaksikan secara langsung pesta budaya ini di tepian Narosa Teluk Kuantan.Dan ada masyarakat yang hanya mendengarkan radio di rumah sebagai penghargaannya terhadap kebudayaan tersebut.selain itu banyak juga masyarakat yang memadati tepian Narosa Teluk Kuantan untuk menyaksikan secara langsung.

Sejak beberapa tahun, pacu jalur telah masuk kedalam kalender pariwisata nasional di Riau yang diadakan oleh masyarakat Kuansing. Tidak hanya Pemkab Kuansing, Pemprov Riau juga merasa sangat bertanggung jawab untuk melestarikan budaya rakyat yang amat luhur sejak ratusan tahun tersebut.

Bahkan pada tahun 2005 lalu Wakil Presiden HM Jusuf Kalla berkesempatan hadir guna menyaksikan kgeiatan tersebut sekaligus membuka acara. Pembukaan kegiatan budaya pacu jalur yang digelar masyarakat Kuantan Singingi berlangsung cukup meriah. Ribuan masyarakat tumpah rumah memenuhi tribun dan tepian Narosa, Telukkuantan.

Tingginya minat masyarakat untuk menyaksikan pembukaan lomba pacu jalur, membuat Wakil Presiden, Jusuf Kalla takjub. Bahkan dalam sambutannya Wapres melukiskannya sebagai bukti cintanya masyarakat terhadap budaya dan tradisi yang diturunkan nenek moyang.

Pacu Jalur adalah sejenis lomba dayung tradisional khas daerah Kuantan Singingi (Kuansing) yang hingga sekarang masih ada dan berkembang di Propinsi Riau. Lomba dayung ini menggunakan perahu yang terbuat dari kayu gelondongan yang oleh masyarakat sekitar juga sering disebut jalur. Upacara adat khas daerah Kuansing ini diselenggarakan setiap satu tahun sekali untuk merayakan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, tepatnya pada tanggal 23—26 Agustus.Pada tahun ini pacu jalur dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus 2009 sampai dengan tanggal 9 Agustus 2009 .Panjang perahu/jalur yang digunakan dalam lomba ini berkisar antara 25—40 meter dengan jumlah atlet 40—60 orang tiap perahu. Biasanya, festival ini diikuti oleh ratusan perahu dan melibatkan beribu-ribu atlet dayung, serta dikunjungi oleh ratusan ribu penonton baik wisatawan domestik maupun mancanegara.

Konon, kegiatan lomba dayung ini merupakan warisan budaya masyarakat Kuantan Singingi yang telah berlangsung sejak tahun 1900-an. Perahu atau jalur, dahulu, sering dimanfaatkan oleh masyarakat setempat sebagai sarana transportasi untuk mengangkut hasil bumi atau pun hasil hutan. Kebiasaan menggunakan perahu inilah yang mungkin merupakan cikal bakal kegiatan Pacu Jalur. Pada zaman penjajahan Belanda, Pacu Jalur juga dimanfaatkan oleh pemerintah Belanda untuk memeringati serta memeriahkan hari ulang tahun ratu mereka yang bernama Ratu Wilhelmina. Namun, semenjak Indonesia merdeka, Pacu Jalur berangsur-angsur dijadikan upacara khas untuk merayakan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia.

Pada awalnya, kegiatan Pacu Jalur hanya diikuti oleh segelintir masyarakat di sekitar daerah Kuantan Singingi. Namun, dalam perkembangannya, kegiatan ini banyak mendapat perhatian dan simpati dari berbagai kawasan, terutama daerah-daerah kawasan Riau dan sekitarnya serta mancanegara. Oleh karena itu, saat ini festival Pacu Jalur tidak hanya milik masyarakat Kuantan Singingi saja, melainkan telah menjadi pesta rakyat milik masyarakat Riau dan kawasan sekitarnya. Festival yang bernuasa tradisional ini telah ditetapkan masuk ke dalam Kalender Pariwisata Nasional (Major Event).

Kegiatan Pacu Jalur merupakan pesta rakyat yang terbilang sangat meriah. Bagi para wisatawan yang berkunjung ke acara ini dapat menyaksikan kemeriahan festival yang merupakan hasil karya masyarakat Kuantan Singingi ini. Menurut kepercayaan masyarakat setempat, Pacu Jalur merupakan puncak dari seluruh kegiatan, segala upaya, dan segala keringat yang mereka keluarkan untuk mencari penghidupan selama setahun. Pendeknya, Pacu Jalur selalu ditunggu-tunggu oleh masyarakat. Masyarakat Kuantan Singingi dan sekitarnya tumpah ruah menyaksikan acara yang ditunggu-tunggu ini. Karena meriahnya acara ini, konon beredar cerita, bahwa sepasang suami istri harus rela bercerai jika salah satu pasangannya dilarang mendatangi acara tersebut.

Selain sebagai event olahraga yang banyak menyedot perhatian masyarakat, festival Pacu Jalur juga mempunyai daya tarik magis tersendiri. Festival Pacu Jalur dalam wujudnya memang merupakan hasil budaya dan karya seni khas yang merupakan perpaduan antara unsur olahraga, seni, dan olah batin. Namun, masyarakat sekitar sangat percaya bahwa yang banyak menentukan kemenangan dalam perlombaan ini adalah olah batin dari pawang perahu atau dukun perahu. Keyakinan magis ini dapat dilihat dari keseluruhan acara ini, yakni dari persiapan pemilihan kayu, pembuatan perahu, penarikan perahu, hingga acara perlombaan dimulai, yang selalu diiringi oleh ritual-ritual magis. Pacu Jalur dengan demikian merupakan adu/unjuk kekuatan spiritual antar-dukun jalur. Selain perlombaan, dalam pesta rakyat ini juga terdapat rangkaian tontonan lainnya, di antaranya Pekan Raya, Pertunjukan Sanggar Tari, pementasan lagu daerah, Randai Kuantan Singingi, dan pementasan kesenian tradisional lainnya dari kabupaten/kota di Riau.

Para wisatawan yang berkunjung ke festival ini juga dapat mengunjungi obyek-obyek wisata lainnya yang jaraknya tidak terlalu jauh dari lokasi penyelenggaraan acara ini, seperti Air Terjun Tujuh Tingkat Batang Koban di Desa Lubuk Ambacang, dan Desa Wisata Sentajo yang menyimpan warisan rumat adat tradisional zaman dahulu.

Pacu Jalur diselenggarakan di pinggir Sungai Kuantan (Teluk Kuantan) yang juga terkenal dengan nama Tepian Narosa di Kecamatan Kuantan Tengah, Kabupaten Kuantan Singingi, Propinsi Riau, Indonesia. Lokasi Pacu Jalur yang berada di Tepian Narosa berjarak kira-kira 150 km dari Kota Pekanbaru ke arah selatan. Dengan menggunakan kendaraan pribadi roda empat, para wisatawan yang ingin menyaksikan event besar ini, cukup menempuh perjalanan sekitar tiga setengah jam dari Kota Pekanbaru. Alernatif lain untuk menuju lokasi acara pesta rakyat ini adalah menggunakan transportasi umum yang tersedia dari Kota Pekanbaru menuju Kota Kuantan Singingi. Namun, karena belum tersedia angkutan dalam kota di Kabupaten Kuantan Singingi, pengujung disarankan untuk menggunakan jasa ojek dan mobil pick up menuju lokasi pertunjukan.

Dan terakhir saya berharap Kuantan Singingi maju dalam segala bidang dan dapat melestarikan kebudayaannya secara turun-temurun.

Sabtu, 30 Mei 2009

Peterpan

Tugas Art Of Culture

SMA Pintar KAB.KUANTAN SINGINGI

Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn







Peterpan adalah sebuah band beraliran poprock dari Bandung, Indonesia yang sekarang anggotanya tinggal 4. Band ini dibentuk pada tahun 1997 dan terkenal berkat lagu-lagunya "Ada Apa Denganmu", "Topeng", dan "Kukatakan Dengan Indah". Pada awalnya kelompok Peterpan terdiri dari Ariel, Uki, Loekman, Reza, Andika, dan Indra. Namun di bulan November 2006, dua anggotanya, Andika dan Indra dipecat dari grup musik tersebut. Perpecahan ini dipicu adanya perbedaan prinsip kreativitas.

Pada tahun 1997, Andhika (kibor) membentuk band Topi dengan mengajak adik kelasnya di SMU 2 Bandung, Uki (gitar), serta teman mainnya, Abel (bas) dan Ari (drum). Uki pun mengajak teman SMP-nya Ariel yang mengisi posisi vokal. Dengan formasi seperti itulah, mereka mulai manggung dan memainkan musik beraliran Brits alternatif. Kemudian Ari mengundurkan diri dan Topi pun bubar tanpa sebab yang pasti.

Andika mengumpulkan kembali personel Topi di tahun 2000. Namun kali ini, posisi drum dipegang oleh Reza. Untuk memberi warna musik yang lebih dewasa dan lebih kaya melody, maka diajaklah Loekman, teman kakak Indra, yang akhirnya jadi lead guitar (gitar utama). Setelah terbentuk dengan formasi enam orang, mereka pun mengambil nama peterpan. Tanggal 1 September 2000 secara resmi peterpan terbentuk.

Perjalanan profesional peterpan dimulai tahun 2001 dengan merambah dari café ke café di Bandung. Mereka bermain di café O'Hara dan Sapu Lidi dengan membawakan lagu-lagu top 40, serta alternative rock seperti Nirvana, Pearl Jam, Cold play, U2, Creed, dll. Saat di café Sapu Lidi-lah potensi mereka terlihat oleh Kang Noey (basis Java Jive) yang sedang mencari band untuk mengisi album kompilasi. Dari tiga lagu yang dikirim untuk demo, "Sahabat", "Mimpi Yang Sempurna", dan "Taman Langit", terpilih lagu "Mimpi Yang Sempurna" untuk dimasukan ke album kompilasi Kisah 2002 Malam yang dirilis Juli 2002. Tak disangka lagu tersebut menjadi jagoan album ini dan mendongkrak penjualan sampai di atas 150.000 kopi.

sumber :http://id.wikipedia.org

Sabtu, 18 April 2009

Seni Tari Jaipongan

Tugas Art Of Culture

SMA Pintar KAB.KUANTAN SINGINGI

Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn

Jaipongan adalah sebuah genre kesenian yang lahir dari kreativitas seorang seniman Bandung, yakni Gugum Gumbira. Perhatiannya pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu membuat seorang Gugum Gumbira mengetahui dan mengenal betul perbendaharaan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kiliningan/Bajidoran atau Ketuk Tilu. Gerak-gerak bukaan, Pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak minced dari beberapa kesenian di atas cukup memiliki inspirasi untuk mengembangkan tari atau kesenian yang kini dikenal dengan nama Jaipongan.

Namun sebelum bentuk seni pertunjukkan itu muncul ada pengaruh yang melatar belakangi bentuk dari pergaulan tersebut. Di Jawa Barat misalnya, tari pergaulan merupakan pengaruh dari Ball Room, yang biasanya dalam pertunjukkan tari-tari pergaulan tak lepas dari keberadaan Ronggeng dan Pamogoran. Ronggeng dalam tari pergaulan tak lagi berfungsi untuk kegiatan upacara, tetapi untuk hiburan atau cara gaul. Keberadaan Ronggeng dalam seni pertunjukkan memilki daya tarik yang mengundang simpati kaum pamogoran. Misalnya pada tari Ketuk Tilu yang begitu dikenal oleh masyarakat Sunda, diperkirakan kesenian ini popular sekitar tahun 1916. Sebagai seni pertunjukkan rakyat, kesenian ini hanya didukung oleh unsur-unsur yang sederhana, seperti waditra yang meliputi rebab, kendang, dua buah kulanter, tiga buah ketuk dar goong. Demikian pula dengar gerak-gerak tarinya yang tidaN memiliki pola gerak yang baku kostum penari yang sederhanz sebagai cerminan kerakyatan.

Seiring dengar rnemudarnya jenis kesenian d atas, mantan pamogorar (penonton yang berperan akti dalam seni pertunjukkan Ketuk Tilu/Doper/Tayub), beralih perhatiannya pada seni pertunjukkan Kiliningan, yang di daerah Pantai Utara Jawa Barat (Karawang, Purwakarta, Bekasi, Indramayu dan Subang) dikenal dengan sebutan Kiliningar, Bajidoran yang pola ibingnya maupun peristiwa pertunjukkannya mempunyai kemiripan dengar kesenian sebelumnya (Ketuk Tilu/Doger/Tayub). Dalam pada itu eksistensi tari-tarian dalam Topeng Banjet cukup digemari, khususnya di Karawang, dimana beberapa pola gerak Bajidoran diambil dari tarian Topeng Banjet ini. Secara koreografi tarian itu masih menampakan pola-pola tradisi (Ketuk Tilu) dimana terdapat gerak-gerak bukaan, pencugan, nibakeun dan beberapa ragam gerak mincid yang pada gilirannya menjadi dasar penciptaan tari Jaipongan_ Beberapa gerak-gerak dasar tari Jaipongan selain Ketuk Tilu, Ibing Bajidor serta Topeng Banjet adalah Tayuban dan Pencak Silat.

Kemunculan tarian hasil karya Gugum Gumbira pada awalanya disebut Ketuk Tilu perkembangan, yang memang karena dasar tarian itu merupakan pengembangan dari Ketuk Tiiu. Karya pertama Gugum Gumbira masih sangat kental dengan warna ibing Ketuk Tilu, baik dari segi koreografi maupun iringannya, yang kemudian tarian itu menjadi popular dengan sebutan Jaipongan.

Karya Jaipongan pertama yang dikenal oleh masyarakat adalah tari Daun Pufus Keser Bojong dan tari Rendeng Bojong, yang keduanya merupakan jenis tai putrid dan berpasangan (putra dan putri). Dari tarian itu muncul beberapa nama penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali dan Pepen Dedi Kurnaedi. Awal kemunculan tarian tersebut sempat menjadi perbincangan, dimana isu sentralnya adalah gerakan yang erotis dart vulgar. Namun dari ekspos beberapa media cetak, nama Gugum Gumbira mulai dikenal masyarakat, apalagi setelah Tari Jaipongan pada tahun 1980 dipentaskan di TVRI Stasiun Pusat Jakarta. Dampak dari kepopuleran tersebut lebih meningkatkan frekuensi pertunjukkan, baik di media televisi, hajatan maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pihak swasta dan pemerintah.

Kehadiran Tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para penggarap seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang perhatian. Dengan munculnya Tarl Jaipongan, dimanfaatkan oleh para penggiat seni taxi unttuk menyelenggarakan kursus-kursus tari Jaipongan dan dimanfaatkan pula oleh pengusaha-pengusaha Pub-pub malam sebagai pemikat tamu undangan, dimana perkembangan lebih lanjut peluang usaha semacarn ini dibentuk oleh para penggiat taxi sebagai usaha pemberdayaan ekonomi dengan nama Sanggar Tan atau grup-grup di beberapa daerah wilayah Jawa Barat, misalnya di Subang dengan Jaipongan gaya kaleran.

Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian taxi pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut : 1) Tatalu ; 2) Kembang Gadung 3) Buah Kawung Gopar ; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinde Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).

Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari tari tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.

Dewasa ini Tari Jaipongan boleh disebut sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat, hal ini nampak pada beberapa acara acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat, maka disambut dengan Tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke mancanegara senantiasa dilengkapi dengan Tari Jaipongan. Tari Jaipongan banyak mempengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring/terebangan. kacapi jaipong dan hampir semua pertunjukkan rakyat maupun pada musik dangdut modern yang dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut. (Sumber : www.westjavatourism.com)

Seluk-beluk Tari Saman

Tugas Art Of Culture

SMA Pintar KAB.KUANTAN SINGINGI

Guru : Ronaldo Rozalino S.Sn


Bagi para penikmat seni tari, Saman menjadi salah satu primadona dalam pertunjukan. Dalam setiap penampilannya, selain menyedot perhatian yang besar juga menyedot para penikmat seni tari. Tarian Saman termasuk salah satu tarian yang cukup unik, karena hanya menampilkan gerak tepuk tangan dan gerakan-gerakan lainnya, seperti gerak badan, kepala dan posisi badan. Keunikan lainnya terlihat dari posisi duduk para penari dan goyangan badan yang dihentakkan ke kiri atau ke kanan, ketika syair-syair dilagukan.

Tari ini biasanya dimainkan oleh belasan atau puluhan laki-laki, tetapi jumlahnya harus ganjil. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, tarian ini dimainkan pula oleh kaum perempuan atau campuran antara laki-laki dan perempuan. Dan tentunya dengan modifikasi gerak lainnya. Saya kadang bertanya bagaimana orang sebanyak itu bisa dengan serentak memainkan tarian yang memiliki kecepatan tinggi? Selain latihan tentunya, pasti ada formasi tertentu dalam meletakkan tiap-tiap penari itu sehingga kerapatan dan keseimbangan tarian terlihat harmonis dan dinamis.

Hampir semua tarian Aceh dilakukan beramai-ramai. Ini memerlukan kerjasama dan saling percaya antara syeikh (pemimpin dalam tarian) dengan para penarinya. Namun apa saja unsur yang membuat tarian ini menjadi begitu indah dalam gerak, irama dan kekompakan tidak banyak kita mengetahuinya.

Sekarang mari kita mulai mengupas unsur pendukung dalam tari saman ini. Mungkin saat kita mengetahui segala aspek yang terdapat dalam tarian ini, kita dapat lebih memahami. Dan mendapatkan tidak hanya keindahan namun juga makna filosofi dari posisi, gerak, syair yang terlantun saat pertunjukan Saman di gelar.

Dalam penampilan yang biasa saja (bukan pertandingan) dimana adanya keterbatasan waktu, Saman bisa saja dimainkan oleh 10 - 12 penari, akan tetapi keutuhan Saman setidaknya didukung 15 - 17 penari. Yang mempunyai fungsi sebagai berikut :

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

Nomor 9 disebut Pengangkat
Pengangkat adalah tokoh utama (sejenis syekh dalam seudati) titik sentral dalam Saman, yang menentukan gerak tari, level tari, syair-syair yang dikumandangkan maupun syair-syair sebagai balasan terhadap serangan lawan main (Saman Jalu / pertandingan)
Nomor 8 dan 10 disebut Pengapit
Pengapit adalah tokoh pembantu pengangkat baik gerak tari maupun nyanyian/ vokal
Nomor 2-7 dan 11-16 disebut Penyepit
Penyepit adalah penari biasa yang mendukung tari atau gerak tari yang diarahkan pengangkat. Selain sebagai penari juga berperan menyepit (menghimpit). Sehingga kerapatan antara penari terjaga, sehingga penari menyatu tanpa antara dalam posisi banjar/ bershaf (horizontal) untuk keutuhan dan keserempakan gerak.
Nomor 1 dan 17 disebut Penupang
Penupang adalah penari yang paling ujung kanan-kiri dari barisan penari yang duduk berbanjar. Penupang selain berperan sebagai bagian dari pendukung tari juga berperan menupang/ menahan keutuhan posisi tari agar tetap rapat dan lurus. Sehingga penupang disebut penamat kerpe jejerun (pemegang rumput jejerun). Seakan-akan bertahan memperkokoh kedudukan dengan memgang rumput jejerun (jejerun sejenis rumput yang akarnya kuat dan terhujam dalam, sukar di cabut.
Tari saman ditarikan dalam posisi duduk. Termasuk dalam jenis kesenian ratoh duk (tari duduk). Yang kelahirannya erat berkaitan dengan masuk dan berkembangnya agama islam. Dimana posisi penari duduk berlutut, berat badan tertekan kepada kedua telapak kaki. Pola ruang pada tari saman juga terbatas pada level, yakni ketinggian posisi badan. Dari posisi duduk berlutut berubah ke posisi diatas lutut (Gayo - berlembuku) yang merupakan level paling tinggi, sedang level yang paling rendah adalah apabila penari membungkuk badan kedepan sampai 45o (tungkuk) atau miring kebelakang sampai 60o (langat). Terkadang saat melakukan gerakan tersebut disertai gerakan miring ke kanan atau ke kiri yang disebut singkeh. Ada pula gerak badan dalam posisi duduk melenggang ke kanan-depan atau kiri-belakang (lingang).

Selain posisi duduk dan gerak badan, gerak tangan sangat dominan dalam tari saman. Karena dia berfungsi sebagai gerak sekaligus musik. Ada yang disebut cerkop yaitu kedua tangan berhimpit dan searah. Ada juga cilok, yaitu gerak ujung jari telunjuk seakan mengambil sesuatu benda ringan seperti garam. Dan tepok yang dilakukan dalam berbagai posisi (horizontal/ bolak-balik/ seperti baling-baling). Gerakan kepala seperti mengangguk dalam tempo lamban sampai cepat (anguk) dan kepala berputar seperti baling-baling (girek) juga merupakan ragam gerak saman. Kesenyawaan semua unsur inilah yang menambah keindahan dan keharmonisan dalam gerak tari saman.

Karena tari saman di mainkan tanpa alat musik, maka sebagai pengiringnya di gunakan tangan dan badan. Ada beberapa cara untuk mendapatkan bunyi-bunyian tersebut:

Tepukan kedua belah tangan. Ini biasanya bertempo sedang sampai cepat
Pukulan kedua telapak tangan ke dada. Biasanya bertempo cepat
Tepukan sebelah telapak tangan ke dada. Umunya bertempo sedang
Gesekan ibu jari dengan jari tengah tangan (kertip). Umunya bertempo sedang.
Dan nyanyian para penari menambah kedinamisan dari tarian saman. Dimana cara menyanyikan lagu-lagu dalam tari saman dibagi dalam 5 macam :

Rengum, yaitu auman yang diawali oleh pengangkat.
Dering, yaitu regnum yang segera diikuti oleh semua penari.
Redet, yaitu lagu singkat dengan suara pendek yang dinyanyikan oleh seorang penari pada bagian tengah tari.
Syek, yaitu lagu yang dinyanyikan oleh seorang penari dengan suara panjang tinggi melengking, biasanya sebagai tanda perubahan gerak
Saur, yaitu lagu yang diulang bersama oleh seluruh penari setelah dinyanyikan oleh penari solo.
Dalam setiap pertunjukan semuanya itu di sinergikan sehingga mengahasilkan suatu gerak tarian yang mengagumkan. Jadi kekuatan tari Saman tidak hanya terletak pada syairnya saja namun gerak yang kompak menjadi nilai lebih dalam tarian. Ini boleh terwujud dari kepatuhan para penarinya dalam memainkan perannya masing-masing.

Itulah sekelumit tentang fungsi formasi, jenis gerak, asal musik pengiring serta nyanyian dalam pertunjukan tari Saman. Semoga bermanfaat bagi anda dalam memahami tarian Saman.

Sedikit Sejarah Tari Saman
Tari ini berasal dari dataran tinggi tanah Gayo. Di ciptakan oleh seorang Ulama Aceh bernama Syekh Saman. Pada mulanya tarian ini hanya merupakan permainan rakyat biasa yang disebut Pok Ane. Melihat minat yang besar masyarakat Aceh pada kesenian ini maka oleh Syekh disisipilah dengan syair-syair yang berisi Puji-pujian kepada Allah SWT. Sehingga Saman menjadi media dakwah saat itu. Dahulu latihan Saman dilakukan di bawah kolong Meunasah (sejenis surau, saat itu bangunan aceh masih bangunan panggung). Sehingga mereka tidak akan ketinggalan untuk shalat berjamaah.
Sejalan kondisi Aceh dalam peperangan maka syekh menambahkan syair-syair yang manambah semangat juang rakyat Aceh. Tari ini terus berkembang sesuai kebutuhannya. Sampai sekarang tari ini lebih sering di tampilkan dalam perayaan-perayaan keagamaan dan kenegaraan. Tarian ini pada awalnya kurang mendapat perhatian karena keterbatasan komunikasi dan informasi dari dunia luar. Tari ini mulai mengguncang panggung saat penampilannya pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) II dan peresmian pembukaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII). Gemuruh Saman di TMII menggemparkan tidak hanya nusantara namun sampai ke manca negara. Saya sebagai anak negeri ini berharap semoga tari Saman bisa terus menggema.

adapted :http://rezdy.blogsome.com